Sentani News
Portal Berita Papua, Harian Sentani Terbaru Hari Ini

Puluhan ribu warga Gunung hadiri deklarasi JWW-HMS

0 3.207

Wamena (Sentani News) –  Markas Persiwa, stadian Pendidikan, Wamena, Kabupaten Jayawijaya menjadi lautan manusia karena dipenuhi 20 ribu pasang mata untuk menyaksikan deklarasi pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Papua, Jhon Wempi Wetipo dan Habel Melkias Suwae (JWW-HMS) yang berlangsung, pada Senin (08/01/2018) siang.

Puluhan ribu rakyat itu datang dari berbagai penjuru wilayah pegunungan tengah Papua dengan menggunakan kendaraan roda dua, empat dan enam, bahkan ada yang datang dengan berjalan kaki untuk menunjukkan dukungannya kepada kedua calon pemimpin masa depan bumi Cenderawasih.

 

Kegiatan itu ditandai dengan pembacaan deklarasi oleh Ketua DPD PDI P Provinsi Papua Edoardus Kaize sekaligus pelepasan balon oleh pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur, JWW-HMS.

Hadir dalam deklarasi itu, diantaranya Ketua Badan Kehormatan DPP PDI Perjuangan, Komarudin Watubun, anggota Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI, Mindo Sianipar, pengurus DPD Partai Gerindra yang dipimpin Natan Pahabol, Wakil Bupati Merauke Sularso, serta seluruh pengurus DPW Partai Perindo.

 

Dihadapan puluhan ribu masyarakat, JWW menceritakan pertemuannya dengan Ketua DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto, pada tanggal 29 September 2017, situasi politik PDI Perjuangan dengan Gerindra di Jakarta yang kadang kurang sejalan.

 

Akan tetapi, Prabowo menjatuhkan dukungannya kepada JWW-HMS, dengan komitmen yang disampaikan oleh mereka berdua bahwa bisa membawa perubahan baru bagi Indonesia, khususnya di Papua.

 

“Beliau sampaikan, matahari terbit dari wilayah Timur Indonesia. Sehingga Bapak Prabowo tak keberatan memberikan dukungannya kepada kami, yang berkoalisi dengan PDI Perjuangan. Titipan beliau hanya satu, mereka berharap kami bisa menjadi agen perubahan dan alat permesatu bangsa,” katanya.

 

JWW yang juga Bupati Jayawijaya itu menjelaskan, bahwa proses politik yang dilalui, adalah bagian dari pendidikan dan pembelajaran serta pengalman hidup. Yang diibaratkan seperti anak sekolah ketika tamat SD, akan melanjutkan pendidikannya ke jenjang SMP, SMA hingga perkuliahan.

 

“Sebentar lagi saya akan tamat dari sekolah di tingkat Kabupaten, dengan jabatan sebagai bupati. Maka dari itu, saya maju sebagai calon gubernur Papua. Inipun saya lakukan, lantaran saya tak melihat banyak perubahan atas pembangunan yang dapat mensejahterakan masyarakat di Papua,” tegasnya.

 

Baca juga

Advertisement

JWW juga menjelaskan, banyak orang yang menceritakan tentang pilihannya menggandeng HMS sebagai wakilnya, yang mana pernah menjadi lawan politiknya, ketika itu dia dipercaya sebagai Ketua Pemenangan di wilayah Pegunungan Tengah Papua, saat Lukas Enembe-Klemen Tinal menang telak di wilayah tersebut.

 

“Ini adalah dosa yang harus saya tebus. Kurang lebih 4 tahun lalu, saya berhasil menggagalkan bapak HMS saat maju sebagai calon gubernur Papua. Yang membuat saya kecewa, yakni orang yang saya percaya memimpin Papua tak memberikan dampak besar bagi masyarakat luas. Maka dari itu, saya bersama HMS pada Pilgub 2018 ini, ingin mensejaterakan masyarakat melalui konsep visi misi “Papua Cerdas”,” paparnya.

 

Duet wilayah pegunungan dengan pesisir pantai Papua, ungkap Wempi, dipercaya olehnya dapat merubah diskriminasi diantara orang Papua, yaitu orang pesisir dan orang gunung, termasuk istilah orang Papua dan orang pendatang.

 

“Kedepan tak boleh lagi ada istilah dikotomi antara orang Papua dan pendatang termasuk orang pantai dan orang gunung. Tapi, kita harus bersatu dan mengatakan, kita, dia dan mereka adalah orang Papua dan Indonesia,” ujarnya.

 

Walau JWW-HMS hanya di dukung oleh dua partai dan incumben yang menjadi lawannya memiliki 10 partai pendukung, tak membuat gentar kedua pasangan tersebut. “Kami hanya dua partai ditambah Perindo, tetapi kami memiliki pasukan atau penumpangnya yang hebat-hebat,” tegas JWW.

 

Sementara itu, bakal calon wakil gubernur Papua, Habel Melkias Suwae (HMS) mengungkapkan, deklarasi JWW-HMS di Kota Wamena, jantungnya Papua ini merupakam sejarah besar bagi dua partai besar di Indonesia.

 

HMS yang pernah menjabat dua periode sebagai Bupati Jayapura itu menjelaskan hal yang sama tentang pinangan yang diterimanya dari JWW, lantaran masih ingin menyumbangkan, tenaga, ide, pikiran dan gagasan membangun Papua.

 

“Semua orang di Papua ini tahu, kalau dulu kami tak saling berhadapan. Tetapi, perbedaan itu hari ini telah berakhir, sebab kami menjadikannya sebagai alat pemersatu demi kepentingan masyarakat Papua,” ungkapnya.

 

Ketua DPW Partai Perindo Papua itu juga menyampaikan, rasa haru yang tak terhingga, ketika JWW mengungkapkan kepada keluarga, bahwa HMS yang kini menjadi wakilnya merupakan bagian dari hidupnya untuk mencerdaskan Indonesia dari timur, Papua.

 

“Ketika kami dijamu dikediaman Pak JWW, beliau sampaikan HMS adalah bagian dari hidup JWW. Sebagai keluarga dari masyarakat di lembah ini, dengan kerendahan hati saya ucapkan terima kasih,” pungkasnya.

 

Melalui konsep pembangunan “Papua Cerdas” yang sudah dua tahun belakangan ini digaungkan JWW, lanjut HMS, ia berkeyakinan Papua kedepannya akan lebih maju, khususnya memberdayakan masyarakat dan sumber daya alam yang ada.

 

“Sudah waktunya untuk kita bersatu, jangan lagi katakan siapa kamu, siapa kami, tetapi kau, kami dan kita, bersama-sama membangun Papua ini dengan baik. Apalagi, seluruh suku bangsa ada di Indonesia dari Sabang-Merauke, jadi tak boleh lagi ada ada perbedaan diantara kita,” pungkasnya. (ian/pri)

Lainnya

Advertisement

Langganan Newsletter
Daftar di sini untuk mendapatkan berita terbaru, update dan penawaran khusus yang dikirim langsung ke inbox Anda.
Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja