Sentani News
Portal Berita Papua, Harian Sentani Terbaru Hari Ini

Polda Papua Rilis 21 Anggota Pelaku Teror KKB sebagai DPO

0 1.042

Sentaninews.com, JAYAPURA – Sebanyak 21 anggota kelompok kriminal bersenjata yang kerap melakukan aksi teror di areal Tembagapura telah ditetapkan sebagai buronan (DPO).

Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Dionisius Vox Dei Paron Helan menjelaskan teror yang dilakukan 21 anggota KKB itu di antaranya penembakan kendaraan dan fasilitas milik PT Freeport Indonesia termasuk penembakan terhadap warga sipil dan anggota Brimob serta kepemilikan senjata api serta beberapa aksi lainnya sejak 2015 hingga sekarang.

baca: 1300 Warga Desa Kimbely dan Banti di Isolasi oleh Kelompok Kriminal Bersenjata

Menurut Dionisius ke 21 DPO tersebut kini menguasai sejumlah perkampungan di dekat Kota Tembagapura seperti Utikini Lama, Kimbeli hingga Banti.

Kelompok ini juga yang ditengarai menghalang-halangi dan melakukan intimidasi kepada warga sipil untuk melintas ke Tembagapura guna mendapatkan barang kebutuhan pokok sehari-hari.

“Diindikasikan seperti itu, mereka menghambat warga untuk bepergian kemana-mana, tidak ada penyanderaan warga sipil, cuma mereka membatasi untuk melintas saja,” Kata Kombes Pol M Kamal dalam rilis Sabtu (11/11).

Berikut adalah Inisial ke-21 pelaku penembakan di wilayah Tembagapura yang masuk dalam DPO Polda Papua melalui Polres Mimika: Ayuk Waker, Obeth Waker, Ferry Elas, Konius Waker, Yopi Elas. Kemudian Jack Kemong, Nau Waker, Sabinus Waker, Joni Botak, Abu Bakar alias Kuburan Kogoya, Tandi Kogoya.

Baca juga

Baca juga: Cegah Aksi KKB Meluas, Polda Papua Gandeng TNI

Ada juga nama Tabuni, Ewu Magai, Guspi Waker, Yumando Waker alias Ando Waker, Yohanis Magai alias Bekas, Yosep Kemong, Elan Waker, Lis Tabuni, Anggau Waker, dan Gandi Waker yang masuk dalam daftar buronan.

“Mereka diduga secara bersama-sama kelompok kriminal bersenjata (KKB) melakukan penembakan dan mengusai senjata api tanpa hak atau izin. Perbuatan melanggar Pasal 340 KUHP, Pasal 187 KUHP, Pasal 170 KUHP dan Pasal 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951,” sambung Dionisius.

Baca juga: Yunus Wonda: Aksi di KKB di Areal Freeport Bukan Perjuangan, Tapi Kriminal

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. AM. Kamal, SH mengatakan, aparat kepolisian dibantu TNI masih melakukan upaya secara persuasif agar situasi di Distrik Tembagapura kembali normal.

“Beberapa langkah sudah kami lakukan seperti berkoordinasi dengan para tokoh gereja agar bersama-sama dengan aparat keamanan untuk menyelesaikan permasalahan ini. kami juga meminta kepada kelompok ini untuk segera menyerahkan diri agar tidak terjadi jatuhnya korban, karena kami aparat tidak menginginkan hal tersebut terjadi karena Papua memerlukan situasi yang damai apalagi kita akan menjelang hari besar agama yaitu Natal tahun 2017,” ucap Kamal.

(Aya)

Lainnya

Advertisement

Langganan Newsletter
Daftar di sini untuk mendapatkan berita terbaru, update dan penawaran khusus yang dikirim langsung ke inbox Anda.
Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja