Sentani News
Portal Berita Papua, Harian Sentani Terbaru Hari Ini

Indonesia Mendorong Inisiatif Pembangunan Rendah Karbon Pertama di COP23

0 1.256

Sentaninews.com, BONN, JERMAN – Menteri Bappenas, Bambang Brodjonegoro dan penasehat-penasehat kunci/utama internasional mengadakan pertemuan, Kamis, 16/11 di Bonn, Jerman dalam pembahasan rencana pembangunan lima tahun Indonesia akan menjadi Inisiatif Pembangunan Rendah Karbon pertama.

baca: Ancaman Perubahan Iklim di Hutan Lembah Klasou Menjadi Incaran Perusahaan Perkebunan Sawit

Menurut Bambang, dengan populasi terbesar keempat dan berada di antara sepuluh negara dengan emisi tertinggi di dunia, masa depan ekonomi rendah karbon di Indonesia mencerminkan kualitas hidup yang lebih baik bagi jutaan masyarakat serta kontribusi yang signifikan terhadap upaya global untuk membatasi kenaikan suhu di bawah 2 derajat Celsius, target yang disepakati dalam Perjanjian Paris.

“Pemerintah Indonesia memahami bahwa Indonesia tidak dapat mencapai pertumbuhan ekonomi dan manfaat pembangunan yang berkelanjutan tanpa mempertimbangkan dampak dari perubahan iklim,” ujar Profesor Bambang Brodjonegoro, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS seperti yang diterima Sentani News dalam Press Release, Kamis 16/11.

Dipimpin oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) dengan dukungan dari instansi pemerintah lainnya, upaya menuju pembangunan rendah karbon akan mencakup analisis serta penelitian dan rekomendasi, dengan fokus khusus pada sektor energi dan tata guna lahan yang berkontribusi pada sekitar 80% dari emisi gas rumah kaca Indonesia.

“Inisiatif Pembangunan Rendah Karbon ini akan menjadi sebuah kendaraan yang membawa seluruh masyarakat Indonesia ke masa depan yang lebih baik
dan sejahtera.” sambungnya.

Baca juga

Baca juga: Kemah Hutan Papua: “Pemuda Menyatu Dengan Alam” #Beradat #JagaHutan Resmi Ditutup

Sementara itu, Lord Nicholas Stern, Profesor Ekonomi dan Pemerintahan IG Patel di LSE dan Co-Chair Komisi Global untuk Ekonomi dan Iklim mengatakan rancangan pembangunan yang di buat berbagai negara saat ini bukan hanya untuk mendorong pertumbuhan dan mengurangi kemiskinan saja melainkan juga berperan dalam mewujudkan kesehatan, kemakmuran serta ketahanan iklim masyarakat di masa depan, dan menurutnya Indonesia bisa dijadikan icon percontohan.

“Rencana pembangunan yang dibuat berbagai negara saat ini tidak hanya akan mendorong pertumbuhan dan pengentasan kemiskinan, tetapi juga memainkan peran besar dalam mewujudkan kesehatan, kemakmuran, dan ketahanan iklim bagi masyarakat di masa depan. Indonesia adalah sebuah contoh bagaimana negara-negara dapat mengintegrasikan agenda pembangunan dan iklim,” kata Lord Nicholas Stern.

Kegiatan yang berlangsung kemarin tersebut dihadiri oleh para perwakilan dari Komisi Global untuk Ekonomi dan Iklim, bersama dengan para pemimpin lain dari kalangan bisnis, akademisi, dan masyarakat sipil, dimana kesemunya saling bertukar pikiran mengenai berbagai skema nasional dan internasional untuk mendukung pembiayaan Inisiatif Pembangunan Rendah Karbon di Indonesia.

Untuk diketahui, New Climate Economy adalah kegiatan utama Komisi Global untuk Ekonomi dan Iklim yang didirikan oleh tujuh negara yaitu: Kolombia, Etiopia, Indonesia, Norwegia, Korea Selatan, Swedia, dan Inggris, sebagai sebuah wadah inisiatif independen untuk menilai bagaimana negara dapat mencapai pertumbuhan ekonomi dan di saat yang sama menghadapi risiko yang ditimbulkan oleh perubahan iklim.

Kegiatan pembahasan rancangan Pembangunan Rendah Karbon kemarin dipimpin oleh Ngozi Okonjo-Iweala, Lord Nicholas Stern, dan Paul Polman, dimana Komisi tersebut terdiri dari 28 pemimpin dari 20 negara, termasuk mantan
kepala pemerintahan dan menteri keuangan, yang memimpin kalangan bisnis, investor, walikota, dan ekonom.

(*)

Lainnya

Advertisement

Langganan Newsletter
Daftar di sini untuk mendapatkan berita terbaru, update dan penawaran khusus yang dikirim langsung ke inbox Anda.
Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja