Sentani News
Portal Berita Papua, Harian Sentani Terbaru Hari Ini

Batik Papua Bisa Mendunia

0 1.789

Jayapura (Sentani News) – Pengrajin Batik Tradisional Papua dari Pondok Batik Phokouw Faa di Kampung Kamwolker, Perumnas 3 Waena Distrik Heram Kota Jayapura menerima pelatihan membatik selama 10 hari dari tanggal 6 – 15 Nopember 2017.

Dengan tujuan untuk mengembangkan batik Papua sehinga lebih dikenal di seluruh Indonesia hingga mancanegara. Kegiatan ini merupakan wujud kerjasama antara TNI yakni Korem 172/PWY dengan yayasan Adiwastra Nusantara dengan programnya Papua Menyapa Dunia dan pada hari ini, Kamis (16/11), telah ditutup secara resmi oleh Ketua Yayasan Adiwastra Nusantara Ny. Inggrid.

Dalam sambutannya Ny. Inggrid menyampaikan bahwa kegiatan ini semua berawal dari adanya inisiatif dari seorang ibu dan perhatian dari seorang bapak yaitu Danrem 172/PWY Kolonel Inf Boni C. Pardede Beserta Ibu Diana. Yang dimana beliau ini sebetulnya dari tahun 2016 hatinya tergerak untuk bagaimana memajukan kerajinan membatik itu disini.

Secara jujur saya juga ingin mencari waktu itu di jakarta, tetapi banyak orang mengatakan tidak ada pembatik dari Papua. Semua motif Papua dibuatnya itu adalah di Jawa. Sampai satu yayasanpun mengatakan tidak ada pembatik Papua adanya motif Papua itu di Jawa. Tetapi saya percaya ini semua bukan kebetulan, sampai saya berkenalan dengan Ibu Diana Boni Pardede begitu gigihnya bagaimana untuk memajukan ini sampai tertuju kesini, dengan optimisnya bahwa ini pasti bisa.

Jadi, kita serombongan datang, waktu itu kita melihat potensi dari ibu dan adek-adek disini, bagaimana bergiat dan gigihnya, karena saya tahu batik tulis maupun batik cap yang dibuat itu adalah dari fashionable adalah kasih dari ekspresi cara membuatnya, jadi bukan hanya dibuat asal.

“Ibu dan adek-adek bisa menjadi berkat untuk membagikan ilmu ke tempat-tempat lain karena dari satu tempat ini pasti terlahir bibit-bibit pembatik terbaik. Dan demikian juga di kecamatan dan kabupaten di Papua mereka bisa belajar dari ibu. Biar kita tidak hanya sampai di sini tetapi kita tetap akan terus berjuang dan melangkah dan terus kita membagikan ilmu-ilmu yang lain juga”, ujarnya.

Baca juga

Selaku Ketua Persit Koorcab Rem 172 Ny. Diana Boni C. Pardede mengucapkan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada yayasan papua menyapa dunia. Dan juga kepada bapak dan ibu pelatih serta para peserta pelatihan karena sejak dimulainya latihan sampai saat ini seluruh latihan dapat terselesaikan dengan baik.

“Saya ucapkan selamat kepada seluruh peserta pelatihan dan sekaligus berharap agar tetap berlatih sehingga batik Papua ini lebih baik lagi, baik bukan hanya di dalam motif ataupun pewarnaannya kemudian lebih variatif lagi. Karena setiap keberhasilan semuanya tidak bisa terlahir begitu saja, tetapi semuanya membutuhkan usaha dan kerja keras”, ujarnya.

Dan perjuangan dari adek-adek terutama di bawah bimbingan ibu Blandina kedepan batik papua yang seperti di sampaikan oleh ibu inggrid bahwa orang luar tahunya tidak ada pembatik asli orang Papua, batik Papua adanya hanya di Jawa, ternyata sudah dibutikan saat ini bahwa pembatik Papua itu memang ada, mungkin melalui ibu Inggrid ini akhirnya seluruh indonesia tahu bahwa Papuapun tidak ketinggalan dengan para pembatik-pembatik yang sudah lebih dikenal di seluruh indonesia contohnya para pelatih kita bapak Ibnu dan Ibu mirah ini dari Sanggar Batik Tata Banyumas.

“Saya berharap, daerah ini kampung Kamwolker dapat dijadikan tempat wisata atau kunjungan wisata di daerah Jayapura. Orang kan tahunya cuman keindahan alam Papua, sedangkan oleh-olehnya hanya patung dan tas. Mudah-mudahan dengan adanya ibu Blandina di sini dapat menularkan kepada masyarakat sekitar, jadi orang Papua tahunya bukan hanya jual pinang ataupun melukis di kulit kayu tapi kampung Komwolker dapat di sebut sebagai kampung pembatik dan dapat dijadikan tempat kunjungan wisata”.

Sementara itu, Ketua Pondok Batik Phokouw Faa Ibu Blandina menyampaikan sangat bersyukur dengan adanya pelatihan membatik ini. Dimana para peserta dapat lebih banyak ilmu yang belum diajarkan kepada mereka.

“Banyak sekali ilmu dari pembekalan yang kami terima di sini. Selain dapat memajukan bati Papua, hal ini juga dapat menambah ilmu membatik bagi generasi muda, dari cara membatik secara tradisional maupun secara modern semuanya diberikan, dari yang paling sederhana hingga yang tersulit. Untuk itu kami semua berterima kasih kepada yayasan Adiswara Nusantara yang telah bekerjasama dengan Korem untuk memajukan kerajinan membatik di Papua ini”, ungkapnya. (Sigit)

Lainnya

Advertisement

Langganan Newsletter
Daftar di sini untuk mendapatkan berita terbaru, update dan penawaran khusus yang dikirim langsung ke inbox Anda.
Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja