Sentani News
Portal Berita Papua, Harian Sentani Terbaru Hari Ini

Penerbang Asli Papua Pamerkan Atraksi Memukau di HUT RI 72

0 1.076

Kegembiran perayaan hari ulang tahun,(HUT) RI Ke-72 tertuju kepada penerbang angkatan darat,( AD) Asli Papua,Mayor Antonius Murib. Dalam atraksinya, memukau para peserta bahkan Gubernur Papua pada pelaksanaan HUT RI yang dilaksanakan di lapangan Stadion Mandala Jayapura. Bagaimana kesan kisahnya.

Pada perbincangan dengan awak media, Mayor CPN Antonius Murip, SH,MH menceritakan kisahnya asal mula sebagai penerbang angkatan darat,( AD). Awalnya mengikuti program kopassus bisa mandiri di angkatan darat dalam mengatasi segala sesuatu dan mengatasi konflik yang terjadi di Indonesia. Kopassus yang memang terlatih dan sangat dibutuhkan segera mungkin. Hal itu lantaran, kebutuhan mendesak tak bisa dilakukan secara lama. Atas dasar itulah dilakukan penyeleksian calon-calon penerbang. Disaat seleksi dari, 3000 orang itu dilakukan ditingkat Panda, Jawa Timur.

menurutnya, pada saat seleksi, dia terkagum-kagum melihat pakaian yang dikenakan tim seleksi tersebut. Saya masih kenal dia sampai sekarang namanya, Letkol Inf I Ketut Muja.

Beliau terlihat ganteng, gagah dibandingkan tentara lainnya jauh sekali. Mulanya tak suka, Kopassus akhirnya tertarik lantaran kegagahan dan kegantengan ditambah sepatunya yang mengkilat dari tim penyeleksi.

Pada saat tes seleksi, dia melihat seleksi sama dengan pelajaran fisika dan biologi di tingkat SMA. Puji Tuhan saya lulus. Saya bersama 33 temannya dinyatakan lulus kemudian diseleksi dan terjaring 18 orang kemudian 12 orang lalu 10 lalu 4 orang dan termasuk saya didalamnya. 4 orang yang mengikuti pendidikan Infanteri di Malang lalu diberangkat dibatu jajar.

Baca juga

Disana ketemu rekannya yang juga diseleksi dari daerah lainnya dan terkumpul sekitar 50 orang di Kopassus. Dari, jumlah diseleksi lagi, 8 orang dinyatakan sebagai sekolah penerbang sedangkan yang lain sebagai pasukan kopassus,” katanya.

Mayor Antonius Murib selama 14 bulan dididik disekolah penerbang di Malang. Latihan dasar dilakukan pada pesawat dasar yakni, Huges 300 bahkan ditemani Pak Prabowo pada saat itu. Saya merasa senang sebab selama ini tak bisa lihat langit namun diberikan kesempatan terbang solo. Setelah dinyatakan lulus kemudian masuk ke pesawat bell 412-405.

Sebelum menjadi Penerbang, Antonius menceritakan kisahnya mulai sebagai pengantar barang ke pesawat hercules di Wamena. Pada saat mengantar barang itu, orang tua tidak tahu bahwa saya pada saat itu ikut ke Jayapura. Tiba, disentani selama 1-2 minggu dan sering bermain ombak di pantai. Usai kembali, saya bersekolah di SMP namun sempat ditolak karena gara-gara saya berangkat ke Jayapura pergi tanpa memberitahukan kepada siapapun. Tradisi orangtua di Wamena tak pernah mengurus anaknya bahkan urusan pendidikan tak mau tahu.

Saya SD di Inpres Megapura bahkan selama sekolah saya terus berprestasi namun pihak sekolah tak memperbolehkan saya lagi kesekolah lantaran saya sering bolos akhirnya saya bersama kakak saya menuju Tembagapura dengan berjalan kaki namun disuruh pulang kembali ke Wamena untuk kembali bersekolah, karena kondisi kurang kondusif saya minta surat pindah ke Jayapura dan itu tahun 1991 ,”ujarnya.

Tiba di Jayapura, saya temui bapak angkat di Batalion sambil membawa surat pindah untuk bersekolah di Jayapura dan akhirnya saya tinggal sama bapak angkat dan saya bersekolah di SMPN-2 Sentani , setelah lulus saya melanjutkan ke SMAN-3 Sentani. Selama sekolah disitu, saya ikuti pramuka namun pada saat memasuki kelas 2 saya pindah ke SMAN-1 Jayapura.

Terinsipirasi menjadi tentara dari, bapak angkat yang bilang bahwa, seorang perwira berbicara baik dan saya harus dari akademi militer. Pada ikut seleksi akademi, semua tes yang saya ikuti nilainya bagus namun karena nilai nem pada saat itu anjlok saya diminta agar berkoordinasi dengan Mabes TNI tetapi tetap pada waktu itu saya tidak bisa masuk namun ditawari bersekolah di luar jawa tetapi saya masih berpikir-pikir.[**]

TERKAIT