Sentani News
Portal Berita Papua, Harian Sentani Terbaru Hari Ini

Gawat! Kabupaten Jayapura Rawan Narkoba

0 6.487

SENTANI (Sentani News) -Kabupaten Jayapura saat ini masuk dalam ketegori bahaya narkoba sebagaimana yang diinformasikan oleh BNNK Jayapura.

Kepala Seksi Rehabilitasi BNNK Jayapura membenarkan bahwa Kabupaten Jayapura sudah masuk dalam tingkat kerawanan.

“Tingkat kerawanan saya pikir sekarang sudah sangat-sangat rawan. Seperti daerah Nimbokrang dari temuan kemarin, dari 112 itu yang kami rehab hanya 17 orang karena itu sudah sangat parah,” sebutnya kepada wartawan disela-sela kegiatan penyuluhan di Panti Bina Lanjut Usia Pos 7, Jumat (26/5).

Yulius menilai, daerah rawan narkoba di Kabupaten Jayapura salah satunya ialah Pos 7 dan Yahim.

“Penanganan rehab yang kami lakukan untuk tahun 2017 sebanyak 20 orang,” paparnya.

Kalau dilihat tahun 2016, kata Yulius pengguna narkoba yang direbilitasi BNNK Jayapura sebanyak 69.
Dan untuk tahun 2015, sebanyak 103 yang direhablitasi BNNK Jayapura yang lalu.

“Kenapa banyak, karena kami berikan uang penjangkauan ke teman-teman untuk dapat mengantar kekantor,” paparnya.

Sementara tahun 2016 dan 2017, ujar Yulius mereka dituntut kerelaan datang sendiri melaporkan diri.

“Dan ini jadi persoalan bagi kami. Mudah-mudahan tahun depan kalau boleh, kami sudah usul ke pusat kalau bisa ada dana penjangkauan,” harapnya.

Lanjutnya, artinya diberikan dana transpor bagi mereka yang mengantar pengguna narkoba ke kantor.

Baca juga

“Yang susahnya sekarang adalah kita hanya menunggu kerelaan mereka. Banyak yang gunakan narkoba tetapi tidak mau diobati, ada yang anaknya mau, orang tuanya tidak mau, ada yang orang tuanya mau, anaknya tidak mau,” terang dia.

Yulius berharap, ada sinkronisasi antara orang tua, anak dan lingkungan sehingga setiap kasus narkoba dapat dilaporkan ke BNNK Jayapura.

“Kalau rehabilitasi jalan atau rawat jalan itu dikantor, kalau sudah parah itu kita antar ke Makassar dan Bandung,” akuinya.

Dia mengakui kalau tahun-tahun kemarin ada yang telah diantar ke Makassar dan Bandung. “Kalau sekarang belum ada,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa orang yang gunakan narkoba tidak dapat disembuhkan tetapi hanya dapat dipulihkan.

“Ibarat paku ditancapkan ke kayu, terus dicabut pasti dikayu itu meninggalkan bekas dan itu sama dengan narkotika,” imbuhnya.
“Kalau sudah kecanduan itu otak sudah rusak sehingga susah untuk diobati,” sambungnya.

Saat ini menurutnya, orang perang bukan hanya dengan senjata tetapi orang berikan narkoba juga itu sudah bagian dari penjajahan untuk masyarakat.

“Pakai narkoba akan membuat kita bodok, dan orang lain dapat datang dan merusak kita,” tuturnya.

Yulius menyarankan, keharmonisan didalam rumah tangga dibangun, dan orang menggunakan narkoba itu awalnya dimulai dari keluarga karena ketidak harmonisan.

“Itu karena tidak ada hubungan baik antara anak dan orang tua begitu pula sebaliknya, anak dan lingkungan sehingga pelariannya ya ke narkoba,” bebernya.

Sosialisasi diperbanyak, kata Yulius sehingga semakin banyak orang yang mengetahui bahaya dari narkoba.(yek)

TERKAIT