Sentani News
Portal Berita Papua, Harian Sentani Terbaru Hari Ini

Ketua HTI Sulawesi Selatan Sebut Pemerintah Otoriter

0 8.123

Langkah Pemerintah dalam hal ini Menko Polhukam dinilai sewenang-wenang dan otoriter dengan membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia HTI tanpa melihat dan mengikuti undang-undang Ormas yang memiliki badan hukum. Hal itu diungkapakan oleh Ketua Dewan Pimpinan (HTI) wilayah Sulawesi Selatan, Kemal Idris.

“Untuk memenuhi kehendak rezim hal ini bisa dipandang otoriter. Benar apa menurut pakar bahwa negara berubah menjadi negara kekuasaan,” ungkap kemal, Senin 8/5/2017, seperti dikutip oleh tribunnews.

Kemal menyebutkan, meski telah dibubarkan, dirinya menyimpan pertanyaan untuk Menko Polhukam, karena menurutnya hal itu tidak sesuai dengan prosedur hukum.

” Kita masih mengkaji dan akan pertanyakan soal putusan ini, mengapa tak ada proses hukum sesuai UU Ormas yang ada sebagai landasan dalam berorganisasi,” ujarnya.

Sekalipun telah dibubarkan pemerintah namun aktivitas dakwah akan terus kami lakukan.

Baca juga

Menurut Kemal, sekalipun telah dibubarkan, kami tidak akan meninggalkan aktivitas dakwah, karena kreatifitas HTI adalah dakwah untuk berdiri memenuhi perintah Allah, dan ini adalah suatu kewajiban.

Sebelumnya, Pememrintah telah memutuskan untuk membubarkan HTI dan melarang kegiatan yang dilakukan oleh HTI.

Menurut Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto menyebutkan bahwa HTI terindikasi kuat melakukan kegiatan yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 seperti diatur dalam undang-undang ormas.

“Mencermati pertimbangan itu, maka pemerintah perlu ambil langkah tegas untuk membubarkan HTI,” kata Wiranto saat konferensi pers di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin 8/5/2017.

Disamping itu, Wiranto juga mengatakan bahwa secara nyata keberadaan HTI telah menimbulkan benturan di masyarakat dan membahayakan keutuhan bangsa.

Dalam jumpa pers tersebut turut hadir Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian.

TERKAIT