Sentani News
Portal Berita Papua, Harian Sentani Terbaru Hari Ini

TNI Mampu Membuat Rotan dan Roma Bagi Petani

0 909

Boven Digoel (Sentani News) – Perwira seksi Teritorial Kodim 1711/BVD Lettu Inf Zabir beserta Babinsa Koramil 02/Mindiptana Sertu Erik seusai melaksanakan penataran beberapa bulan lalu di Bogor menuaikan hasil yaitu mampu menbuat pupuk cair ramuan organik tanaman (Rotan) dan ramuan organik hama (Roma).

Sehubungan hal tersebut Lettu Inf Zabir mensosialisasikan ilmu tersebut kepada seluruh anggota Kodim 1711/BVD bertempat di Gedung Damadika Kodim 1711/BVD, Selasa (5/9/17)

Mengawali kegiatan, Komandan Kodim 1711/BVD Letnan Kolonel Inf Raymond. P Simanjuntak S.E dalam arahannya menyampaikan kepada seluruh prajurit bahwa Babinsa saat ini adalah merupakan garda terdepan dalam tugas kewilayahan bagi TNI- AD wajib meningkatkan kesiapan Kewilayahan dan Kemampuan Teritorial.

Seperti ilmu yang di terima oleh Pasiter berapa bulan lalu di bogor cara membuat pupuk organik tanaman yang akan di praktekkan dihadapan para anggota. Untuk itu diharapkan agar seluruh anggota dapat memahami dan menyerap ilmu tersebut sehingga nanti dapat mengaplikasikan di daerah binaan masing masing karena hal ini sangat membantu masyarakat di bidang pertanian, kata Dandim.

Lettu Inf Zabir menjelaskan sekalian mempraktekakan cara membuat pupuk cair organik rotan dan roma yang diawali dengan pengenalan bahan bahan dalam pembuatan pupuk organik Rotan (ramuan organik tanaman) adalah pepaya, kelapa muda, semangka, nanas, air beras, ragi, gula merah, usus ikan adalah bahan utama untuk membuat pupuk organik, ungkapnya.

Baca juga

Selanjutnya bahan-bahan tersebut dipotong-potong dan di blender lalu dimasukkan kedalam jerigen besar untuk ditunggu proses fermentasinya selama 14 hari.

“Tingkat keberhasilan pembuatan pupuk ini tergantung dari cara kita mengolahnya,” ujar Lettu Inf Zabir.

Untuk sesi kedua dilanjutkan cara pembuatan Roma (ramuan organik hama) dengan bahan-bahan pinang, serai, daun sirih, daun sirsak, daun tembakau, bawang putih, cabai kecil, air bersih secukupnya, cara pengolahannya semua bahan tersebut di blender lalu dimasukkan ke ember dengan ditutup rapat dan menunggu proses fermentasi selama 14 hari pula.

Terlihat antusias para babinsa maupun anggota Kodim dalam sosialisasi dengan ikut membantu praktek pembuatannya, salah satu Babinsa Koramil 1711-13/Getentiri Serka Jumat Muntu mengatakan baru tahu bahwa pembuatan pupuk organik bisa menggunakan bahan-bahan yang sederhana, hal senada juga disampaikan oleh Serda Bosco babinsa Koramil 1711-01/Waropko saya akan mencoba mempraktekkannya dirumah sebelum saya terjun di tengah masyarakat, katanya.

Pembuatan pupuk organik Roter (ramuan organik ternak) akan dilanjutkan esok hari dan akan diterapkan secara bertahap dan akan dilakukan pembimbingan terhadap masyarakat sampai bisa mengolahnya, selain pembuatan yang mudah keuntungan pupuk organik ini tidak memerlukan biaya yang mahal dan lebih terjangkau, kata Lettu Zabir. (Sigit)

TERKAIT