Sentani News
Portal Berita Papua, Harian Sentani Terbaru Hari Ini

BPBD Dan Yonif PR 432 Gelar Pelatihan Bongkar Pasang Tenda

0 370

Jayapura (Sentani News) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura dan Satgas Yonif PR 432 Kostrad Mengadakan Pelatihan bongkar pasang tenda untuk peningkatan kapasitas relawan desa tangguh bencana kepada masyarakat perbatasan kampung Skouw Mabo dan Holtekam wilayah Distrik Muaratami, Pelatihan Bersama ini diadakan di gedung serbaguna dan Lapangan Adat Kampung Skouw Mabo.

Pelatihan dibuka oleh Kepala Pelaksana BPBD Kota Jayapura yang diwakili oleh Jonnie Koolang, SE.MM Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD kota Jayapura pada siang tadi, turut hadir Danramil Muaratami Kapten Inf Sutrisno, Kapolsek Muaratami M Mukabsi, Danki D Satgas Lettu Inf Rosidi, Pasintel Satgas Lettu Inf M Tavin, Papen Satgas Lettu Ctp Joko S dan LSM RAPI wilayah Muaratami.

Kegiatan ini melibatkan relawan 3 kampung yaitu kampung Skouw Mabo, Holtekam dan Koya Timur dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat sedini mungkin agar supaya apabila menghadapi bencana masyarakat sudah siap untuk bagaimana langkah langkah penyelamatanya.

Baca juga

Materi yang di berikan pada kesempatan ini yaitu pelatihan keterampilan bongkar pasang Tenda untuk Peningkatan Kapasitas Relawan Desa Tanggu Bencana, dimana masyarakat harus bisa menyiapkan tempat untuk Hunian Sementara (Huntara) apabila terjadi bencana pemateri dari BPBD kota Jayapuara di bantu Satgas Pamtas RI-PNG Yonif PR 432 Kostrad, berlangsung sangat antusias para warga yang hadir dalam kegiatan ini dengan aman dan lancar.

Menurut Jonnie Koolang bahwa Kampung Skouw Mabo ini letaknya berada di tepi pantai, dan secara otomatis memiliki ancaman terjadinya gelombang pasang dengan kegiatan ini kami memberikan bekal pengetahuan dan pemahaman tentang cara cara penyelamatan apabila sewaktu waktu terjadi bencana, paparnya
Yulianus Uduas sebagai ketua RT setempat mengatakan “Kami dengan masyarakat sangat berterimakasih dan bersyukur dengan adanya pelatihan ini sehingga kami masyarakat skouw mabo dapat memiliki ketrampilan untuk mengantisipasi hal hal yang tidak kita inginkan, karena disini kami juga sangat kawatir dan resah bila badai atau hujan lebat karena ombak yang sangat besar sampai di pemukiman masyarakat kami”.

Danki D Satgas Lettu Inf Rosidi mengatakan ”Kegiatan seperti ini harus selalu di berikan kepada masyarakat yang tinggal dipinggir pantai khususnya masyarakat Skouw Mabo apabila terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan sudah siap, karena kita bisa lihat tanggul tanggul pemecah ombak yang sudah terpasang posisinya sudah tidak sesuai pada tempatnya lagi dan masih belum bisa menahan besarnya ombak bila cuaca ekstrim”. terangnya. (Sigit)

TERKAIT